Halooo
kembali lagi diblog saya inii. Yaakk saya akan menulis review Champs Week 3
yang diadakan pada hari sabtu tanggal 15 Oktober 2016 kemarin. Yaa sama seperti
Champs-Champs sebelumnya yaitu diadakan di UISI (Universitas Internasional
Semen Indonesia) yang saya banggakan. Jadi saya berangkat pukul setengah enam
pagi bersama teman-teman dengan berjalan kaki. Yaa seperti biasanya dan memang
kami tidak diperbolehkan untuk menaiki kendaraan seperti sepeda motor. Dan pada
Champs kali ini dress code kita unik sekali, yaitu memakai baju yang identik
dengan Indonesia. Kita memakai baju batik dan memakai bawahan berwarna gelap.
Dan saat kita semua memakai baju batik kita kelihatan keren semua loh.
Pada
saat sampai disana, kita disuruh baris untuk pengumpulan tugas essay dan mind
mapping yang diberikan pada Champs sebelumnya. Lalu setelah itu kita berbaris
di lapangan parkir UISI dengan kakak pjk kita (Kak Karin). Lalu setelah itu
diadakan apel pagi oleh Kak Reza Melynda. Tetapi disela-sela itu kita
menyanyikan lagu yel-yel angkatan kita dan jargon kita yang membuat kita
semangat. Kita juga disuruh untuk membersihkan halaman sekitar dengan mengambil
sampah yang ada disekitar kita. Setelah itu kita berbaris lagi dan kami
digiring menuju Gedung PPS yang sama pada waktu Champs Week 2. Saat disini kita
diberi 2 materi.
Materi yang
pertama disampaikan oleh Kak Roikhanatun Nafi’ah yang berasal dari ITS (Institut
Negeri Sepuluh November). Materi yang disampaikan adalah tentang PKM yang
kepanjangannya Program Kreativitas Mahasiswa.
PKM adalah suatu wadah yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam memfasilitasi
potensi yang dimiliki mahasiswa
Indonesia untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang
telah dipelajarinya di perkuliahan kepada masyarakat luas. Program ini merupakan
penerus dari Program Karya Alternatif
Mahasiswa yang dibentuk pada tahun 1997, yang lalu berganti menjadi Program Kreativitas Mahasiswa tahun
2001 demi memperluas cakupan dan mengurangi batasan bagi mahasiswa dalam
berkreasi. Pada awalnya, PKM memiliki lima sub program, yaitu:
1. PKM-Penelitian
(PKMP),
2. PKM-Penerapan
Teknologi (PKM-T),
3. PKM-Kewirausahaan
(PKM-K),
4. PKM-Pengabdian
kepada Masyarakat (PKM-M),
5. PKM-Penulisan
Artikel Ilmiah (PKM-I).
Dan terdapat juga PKM-GT (Gagasan Tertulis) yang merupakan wahana mahasiswa dalam berlatih menuliskan ide-ide kreatif sebagai
respons intelektual atas persoalan-persoalan aktual yang dihadapi masyarakat.
Ide tersebut seyogyanya unik, kreatif dan bermanfaat sehingga idealisasi kampus
sebagai pusat solusi dapat menjadi kenyataan. Sebagai intelektual muda,
mahasiswa umumnya cenderung pandai mengungkapkan fakta-fakta sosial, namun
melalui PKM-GT, level nalar mahasiswa tidak hanya dituntut sampai sebatas
mengekspos fakta tetapi justru harus mampu memberi atau menawarkan solusi.
Serta terdapat juga PKM-AI (Artikel Ilmiah) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menuangkan pemikiran dan hasil-hasil kegiatan ilmiah yang telah dilakukan ke dalam bentuk sebuah artikel ilmiah sesuai kriteria standar penulisan jurnal ilmiah.
Kelebihan PKM-AI:
Lalu kita mendapatkan tugas yaitu membuat PKM yang sekelompok terdiri
dari 3 orang. Saya sekelompok dengan Briliana dan Vira. Lalu kita semua
sholat dhuhur di mushola UISI.
Kriteria PKM-GT:
1) Terdiri dari 3-5 orang
2) Minimal 2 angkatan berbeda
3) Maksimal 10 halaman
4)
Format tulisan Time New Roman, spasi 1,5, margin 4,33
Serta terdapat juga PKM-AI (Artikel Ilmiah) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menuangkan pemikiran dan hasil-hasil kegiatan ilmiah yang telah dilakukan ke dalam bentuk sebuah artikel ilmiah sesuai kriteria standar penulisan jurnal ilmiah.
Kelebihan PKM-AI:
1) Tidak perlu menemukan ide baru
2) Meresume kegiatan yang pernah
dilakukan
3) Tidak ada rincian dana 3 SPI
4) Dapat berlatih membuat jurnal,
paper dan lain-lain
Materi yang kedua adalah materi tentang Jiwa
Kewirausahaan yang disampaikan oleh Ibu Oky dosen dari Teknik Logistik. Seorang
Entrepreneur tidak sekedar berdagang atau berjualan saja, tetapi entrepreneur
sejati itu adalah menambah nilai dari suatu barang. Seorang entrepreneur harus
mengeluti usahanya tidak hanya dengan sekedar ala kadarnya, tetapi harus
membutuhkan kegigihan sehingga usahanya tumbuh. Dan seorang entrepreneurship
harus menjalankan usaha yang Rill bukan spekulatif.
Komponen
menjadi seorang wirausaha adalah:
1.
Modal utama berwirausaha adalah bukan uang melainkan
Niat,
2.
Bersahabat dengan ketidakpastian.
3.
Mempelajari hal-hal baru,
4. Harus
mempersiapkan resiko yang akan ada.
Setelah materi kedua berakhir, kita bermain sebentar
dengan kakak mc dan kita disuruh untuk keluar menuju lapangan parkir seperti
pagi tadi. Kami berbaris sesuai dengan kelompok. Acara selanjutnya adalah mengevaluasi
tugas Champs kami. Pada saat evaluasi terdapat beberapa anak yang pekerjaannya
bagus dan ada beberapa yang tidak. Saat sore menjelang kami pulang, tetapi
sebelum kami pulang, kami mencatat tugas-tugas untuk Champs selanjutnya. Yaaa
sekian blog saya kali ini. Sampai jumpa diblog saya selanjutnya. Baaii J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar