Selasa, 15 November 2016

About UISI (Universitas Internasional Semen Indonesia)


University of International Cement Indonesia (UISI) is one of the educational institutions tiered S1 (Bachelor) committed to complete high-quality education. Establishment UISI expected to provide innovations that support the development of the nation as well, especially for PT Semen Indonesia.

UISI specialized curriculum on innovation and safety occupational health. In addition, the presence of the Indonesian Cement Group and its affiliates provide support on business practices in UISI with some aspects of the field including Good Corporate Governance, Information Technology Development, Cement Technology, Logistics and Distribution, Community Development and Ex-Mining Farming Project .

UISI determined scored graduates who are not only academically qualified, but also in terms of non-academic. In accordance with the jargon UISI "the Crafting Excellence", UISI graduates are expected to excel in the academic and non-academic. Student non-academic fields UISI honed through character building and extracurricular programs.

UISI as an international university requires students to participate in training foreign language other than English used in the lecture. Foreign language training provided is Mandarin, Arabic, Japanese, and Korean.
Field of scientific writing is also a compulsory activity in UISI, activity in this area is done through the One Student One Blog and delivery of scientific proposals in Student Creativity Week activities.


UISI provide a variety of extracurricular activities in accordance with the hobbies and interests of students. Extracurricular activities provided was the field of environment, entrepreneurship, and art. Student Activity Unit in the field of environment include Bike to Campus and nature lovers. Student Activity Unit in the field of sports include tennis, volleyball, indoor soccer, basketball, and martial arts. Student Activity Unit in the field of art include choir, music, musical, theater, and dance. While interest in the field of entrepreneurship supported by business incubators and cooperative student.

Minggu, 16 Oktober 2016

Champs Ketiga 15/10/2016

            Halooo kembali lagi diblog saya inii. Yaakk saya akan menulis review Champs Week 3 yang diadakan pada hari sabtu tanggal 15 Oktober 2016 kemarin. Yaa sama seperti Champs-Champs sebelumnya yaitu diadakan di UISI (Universitas Internasional Semen Indonesia) yang saya banggakan. Jadi saya berangkat pukul setengah enam pagi bersama teman-teman dengan berjalan kaki. Yaa seperti biasanya dan memang kami tidak diperbolehkan untuk menaiki kendaraan seperti sepeda motor. Dan pada Champs kali ini dress code kita unik sekali, yaitu memakai baju yang identik dengan Indonesia. Kita memakai baju batik dan memakai bawahan berwarna gelap. Dan saat kita semua memakai baju batik kita kelihatan keren semua loh.

            Pada saat sampai disana, kita disuruh baris untuk pengumpulan tugas essay dan mind mapping yang diberikan pada Champs sebelumnya. Lalu setelah itu kita berbaris di lapangan parkir UISI dengan kakak pjk kita (Kak Karin). Lalu setelah itu diadakan apel pagi oleh Kak Reza Melynda. Tetapi disela-sela itu kita menyanyikan lagu yel-yel angkatan kita dan jargon kita yang membuat kita semangat. Kita juga disuruh untuk membersihkan halaman sekitar dengan mengambil sampah yang ada disekitar kita. Setelah itu kita berbaris lagi dan kami digiring menuju Gedung PPS yang sama pada waktu Champs Week 2. Saat disini kita diberi 2 materi.

Materi yang pertama disampaikan oleh Kak Roikhanatun Nafi’ah yang berasal dari ITS (Institut Negeri Sepuluh November). Materi yang disampaikan adalah tentang PKM yang kepanjangannya Program Kreativitas Mahasiswa. PKM adalah suatu wadah yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam memfasilitasi potensi yang dimiliki mahasiswa Indonesia untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajarinya di perkuliahan kepada masyarakat luas. Program ini merupakan penerus dari Program Karya Alternatif Mahasiswa yang dibentuk pada tahun 1997, yang lalu berganti menjadi Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2001 demi memperluas cakupan dan mengurangi batasan bagi mahasiswa dalam berkreasi. Pada awalnya, PKM memiliki lima sub program, yaitu:

1.     PKM-Penelitian (PKMP),
2.     PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T),
3.     PKM-Kewirausahaan (PKM-K),
4.     PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M),
5.     PKM-Penulisan Artikel Ilmiah (PKM-I).

Dan terdapat juga PKM-GT (Gagasan Tertulis) yang merupakan wahana mahasiswa dalam berlatih menuliskan ide-ide kreatif sebagai respons intelektual atas persoalan-persoalan aktual yang dihadapi masyarakat. Ide tersebut seyogyanya unik, kreatif dan bermanfaat sehingga idealisasi kampus sebagai pusat solusi dapat menjadi kenyataan. Sebagai intelektual muda, mahasiswa umumnya cenderung pandai mengungkapkan fakta-fakta sosial, namun melalui PKM-GT, level nalar mahasiswa tidak hanya dituntut sampai sebatas mengekspos fakta tetapi justru harus mampu memberi atau menawarkan solusi. 
Kriteria PKM-GT:
1)      Terdiri dari 3-5 orang
2)      Minimal 2 angkatan berbeda
3)      Maksimal 10 halaman
4)      Format tulisan Time New Roman, spasi 1,5, margin 4,33

Serta terdapat juga PKM-AI (Artikel Ilmiah) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menuangkan pemikiran dan hasil-hasil kegiatan ilmiah yang telah dilakukan ke dalam bentuk sebuah artikel ilmiah sesuai kriteria standar penulisan jurnal ilmiah.
Kelebihan PKM-AI:
1)      Tidak perlu menemukan ide baru
2)      Meresume kegiatan yang pernah dilakukan
3)      Tidak ada rincian dana 3 SPI

4)      Dapat berlatih membuat jurnal, paper dan lain-lain

 Lalu kita mendapatkan tugas yaitu membuat PKM yang sekelompok terdiri dari 3 orang. Saya sekelompok dengan Briliana dan Vira. Lalu kita semua sholat dhuhur di mushola UISI.

Materi yang kedua adalah materi tentang Jiwa Kewirausahaan yang disampaikan oleh Ibu Oky dosen dari Teknik Logistik. Seorang Entrepreneur tidak sekedar berdagang atau berjualan saja, tetapi entrepreneur sejati itu adalah menambah nilai dari suatu barang. Seorang entrepreneur harus mengeluti usahanya tidak hanya dengan sekedar ala kadarnya, tetapi harus membutuhkan kegigihan sehingga usahanya tumbuh. Dan seorang entrepreneurship harus menjalankan usaha yang Rill bukan spekulatif.

Komponen menjadi seorang wirausaha adalah:
1.    Modal utama berwirausaha adalah bukan uang melainkan Niat,
2.    Bersahabat dengan ketidakpastian.
3.    Mempelajari hal-hal baru,
4.     Harus mempersiapkan resiko yang akan ada.


Setelah materi kedua berakhir, kita bermain sebentar dengan kakak mc dan kita disuruh untuk keluar menuju lapangan parkir seperti pagi tadi. Kami berbaris sesuai dengan kelompok. Acara selanjutnya adalah mengevaluasi tugas Champs kami. Pada saat evaluasi terdapat beberapa anak yang pekerjaannya bagus dan ada beberapa yang tidak. Saat sore menjelang kami pulang, tetapi sebelum kami pulang, kami mencatat tugas-tugas untuk Champs selanjutnya. Yaaa sekian blog saya kali ini. Sampai jumpa diblog saya selanjutnya. Baaii J