Rabu, 17 Mei 2017

LKMM PRA-TD? DAPET APA AJA SIH?






Hallo man teman, udah lama ya nggak nulis blog lagii hehe. Kali ini aku akan membahas tentang pengalamanku sama hal apasaja yang aku dapatkan saat mengikuti LKMM PRA-TD kemarin. Pertama-tama kalian tau nggak sih apa kepanjangan LKMM PRA-TD itu? LKMM PRA-TD itu adalah singkatan dari “Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa” teman. Langsung aja ya habis ini aku menyampaikan materi yang kemarin diberikan hehe.
Jadi LKMM PRA-TD kemaren itu dilaksanakan selama 2 hari, yatu hari sabtu tanggal 13 mei dan hari minggu tanggal 14 mei.
Pada hari pertama terdapat 5 sesi teman. Dari jam 7 pagi mulai regritrasi sampai jam setengah 5 sore loh. Pada sesi pertama diisi oleh Mas Akbar dari Manajemen Rekayasa dengan materi “PENGENALAN DIRI”. Dari materi tersebut kita mengetahui tentang tipe-tipe diri kita. Seperti Sanguinis (Populer), Kolesis (Suka bersaing), Melakolis (Perfekcionis) dan Plegmatis (Tidak suka mencari masalah). Tujuan dari pengenalan diri adalah untuk menumbuhkan kesadaran, membentuk rasa kepercayaan diri, untuk mengekspresikan diri, dan mengetahui potensi diri serta kelemahan kita. Dan ternyata aku tipe yang ke-empat, yaitu plegmatis. Kita juga diberi materi tujuan pengenalan diri bagi kita sendiri itu apa.
Dan materi yang kedua membahas tentang “MENDENGAR AKTIF”. Pada materi ini kita diberikan manfaat mendengar aktif, alur mendengar aktif, hal-hal penting, hambatan-hambatanya, dan juga tips agar bisa menjadi pendengar aktif. Manfaat dari mendengar aktif adalah mendapatkan informasi, mengenal watak seseorang, meningkatkan pemahaman, mendorong komunikasi, membina dan meningkatkan hubungan, membantu menyelesaikan masalah. Tipsnya adalah konsentrasi, mempertimbangkan informasi, hindari gangguan, mengesampingkan prasangka, hati-hati menyatakan pendapat, mengendalikan emosi, dll.
 Masuk pada materi ketiga aku hanya mengikuti sebentar saja karena adanya kelas Bahasa mandarin yang aku ikuti. Tetapi aku me-resume dengan melihat catatan temanku hehe. Materi yang ketiga berjudul “BERBICARA EFEKTIF”. Jadi pada awalnya kita diberikan gambaran terdapat pesan, sender dan receiver serta adanya timbal balik berupa feedback. Hal tersebut merupakan elemen dari berbicara efektif. Kita juga mendapat materi tentang prinsipnya yang disingkat dengan R E A C H. Dan juga ciri-ciri, hal yang menyebabkan tidak terjadinya berbicara efektif dan tips & trik. tipsnya adalah alur pembicaraan jelas, volume dan tempo bicara, siapa audiencenya, body language, dan ekspresi wajah.
Masuk materi ke-empat dilanjutkan setelah ishoma yaitu materi tentang “AKU (Ambisi, Kenyataan, Usaha). Kita diberikan banyak materi salah satunya pengertian, penyebab (proactive/reactive), dan keterkaitan antara [tujuan dan ambisi ada]à[kenyataan yang mendukung]à[usaha yang sejalan]. Ambisi adalah sesuatu yang diinginkan, kenyataan adalah suatu yang nyata dan terbagi antara 2 faktor yaitu factor eksternal dan internal, sedangkan usaha adalah tindakan yang nyata.
Materi yang kelima (atau yang terakhir pada hari pertama) adalah tentang “SASARAN, RESIKO DAN KONSEKUENSI”. Kita diberi materi pengertian-pengertiannya, dampak-dampak resiko yang negative dan masih banyak lagi. Dampak negative dari resiko adalah 1. Identifikasi ancaman ; 2. Identifikasi penyebab ancaman ; 3. Penutupan resiko ; 4. Tindakan langkah antisipasi.
Pada hari kedua kita mendapatkan 4 sesi dengan pembicara yang lebih menyenangkan dan materi yang lebih seru loh. Apasaja sih??
Yang pertama kita mendapatkan materi BERFIKIR KRITIS oleh Mas Farhan. Berfikir kritis adalah proses penggunaan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Berfikir krisis adalah kemampuan untuk menganalisis. Syarat-syaratnya adalah: 1. Berfikir terbuka ; 2. Percaya diri ; 3. Skeptic ; 4. Kreatif ; 5. Rendah hati ; 6. Berfikir bebas ; 7. Peka terhadap sekitar. Kesalahan dalam berfikir adalah emosi, ambigu, dan hiperbola. Mengapa perlu mendapatkan berfikir kritis? Adalah untuk menggali potensi diri serta keterampilan universal.
Materi kedua disampaikan oleh Mbak Fina tentang PERSEPSI. Pesepsi sendiri merupakan proses individu dalam menginterprestasikan sebuah objek dan memberi makna. Bentuknya adalah: 1. Visual 2. Peragaan 3. Penciuman 4. Pengecapan 5. Auditori. Syaratnya adalah objek, alat indera, dan perhatian. Faktornya adalah 1. Pelaku persepsi (sikap, pengalaman, pengetahuan, minat) 2. Stimulus (gerakan, suara, latar belakang, kemiripan) 3. Lingkungan (waktu). Kegagalan dalam mempresepsi adalah kesalahan atribut, stereotip, efek halo, prasangka, cagar budaya.
Materi yang ketiga adalah materi PENGEMBANGAN DIRI yang disampaikan oleh Mbak Nadhira. Tips dan tri pengembangan diri adalah mengenali dirimu sendiri, menanamkan 3 keyakinan dasar yang meliputi kemauan; dilakukan; goals, menentukan visi dan misi, serta manajemen waktu. Sedangkan tips dari manajemen waktu sendiri adalah menentukan prioritas, penjadwalan ulang, pendelegasian.
Dan materi yang terakhir pada hari kedua atau materi keempat disampaikan oleh Mas Yanuar yang berjudul MAHASISWA, ORGANISASI DAN NASIONALISME. Pada awalnya kita diberikan sebuah video. Peran mahasiswa sendiri adalah mahasiswa sebagai agen perubahan, social control, generasi penerus, dan gerakan moral. Hubungan serta manfaat organisasi sendiri adalah untuk menyalurkan hobi dan minat, melatih leadership dan skill, networking dan memperluas jaringan, serta manajemen waktu. Organisasi merukapan suatu wadah dan tempat bagi para mahasiswa dan bersifat internal maupun eksternal. Sedangkan nasionalisme adalah mempertahankan negara untuk kepentngan nasional atau kepentingan negara.
Yaa sekian dari review saya kali ini. Semoga bermanfaat bagi saya, pembaca dan teman-teman sekalian. Terima kasih dan sampai jumpa di lain waktu yaa.